Terbitan Terkini

Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pembelajaran Sastra

Puji syukur, Jurnal Pembelajaran Sastra Edisi 7 Nomor 2 telah tersaji ke hadapan para pembaca yang budiman. Edisi ini menampilkan artikel dari berbagai perguruan tinggi yang tersebar mulai dari Universitas Nias Raya, Universitas Negeri Malang, Universitas Ma Chung, dan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Edisi jurnal ini menghadirkan enam artikel yang merepresentasikan keragaman kajian dalam bidang bahasa, sastra, budaya, dan pendidikan. Secara umum, artikel-artikel dalam edisi ini memperlihatkan bagaimana teks, praktik budaya, dan media pembelajaran dapat menjadi ruang penting untuk memahami nilai-nilai budaya, pengalaman sosial, serta dinamika transformasi pengetahuan di era kontemporer. Melalui pendekatan yang beragam—mulai dari kajian folklor, analisis sastra, studi film, hingga inovasi pedagogis dan teknologi digital—edisi ini menunjukkan bagaimana kajian humaniora terus berkembang dalam membaca fenomena budaya dan sosial masyarakat.

Artikel pertama, “The Representation of Cultural Values in Syair Hohó of South Nias”, mengkaji tradisi lisan masyarakat Nias Selatan sebagai medium transmisi nilai budaya dan memori kolektif. Dengan pendekatan interpretatif terhadap teks Hohó Mesozokhö Bu’ulölö, penelitian ini menunjukkan bahwa struktur naratif, pilihan leksikal, serta karakterisasi leluhur dalam syair tersebut merepresentasikan nilai-nilai penting seperti penghormatan kepada leluhur, hubungan manusia dengan alam, kepemimpinan adat, keberanian, solidaritas kekerabatan, dan spiritualitas. Temuan ini menegaskan peran tradisi lisan tidak hanya sebagai ekspresi estetis, tetapi juga sebagai sarana penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat.

Artikel kedua, “Struktur Ritual dan Fungsi Sosial Doa Pangrukat Permohonan Hujan dalam Tradisi Folklor Religius Pamekasan Madura”, menyoroti praktik folklor religius yang masih dilestarikan dalam masyarakat Madura. Penelitian ini menganalisis struktur teks doa pangrukat serta fungsi sosialnya dengan menggunakan kerangka teori folklor William R. Bascom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks doa pangrukat memiliki struktur yang terdiri dari pembukaan, isi, dan penutup, sementara secara fungsional ritual ini berperan sebagai pengesah pranata budaya, sarana pendidikan nilai religius dan sosial, serta mekanisme pengawasan norma dalam masyarakat. Kajian ini memperlihatkan bagaimana praktik ritual tradisional tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi spiritual, tetapi juga sebagai media transmisi nilai budaya dan penguatan kohesi sosial dalam komunitas lokal.

Artikel ketiga, “Inner Resistance in Ayi Jufrida's Kabut Perang: Conflict and Post-Peace Realities of Aceh”, mengkaji representasi konflik batin dalam novel Kabut Perang karya Ayi Jufridar yang berlatar konflik Aceh dan realitas masyarakat pasca-perdamaian. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi berbagai bentuk konflik internal tokoh seperti dilema moral, rasa bersalah, keraguan dalam perjuangan, hingga ketegangan antara loyalitas dan pengkhianatan. Studi ini menunjukkan bagaimana karya sastra menjadi ruang refleksi terhadap pengalaman historis dan trauma sosial masyarakat yang hidup dalam bayang-bayang konflik.

Artikel keempat, “Experiencing Life via a Bear’s Eyes: An Analysis of Immersion in Brother Bear (2003)”, menghadirkan analisis terhadap film animasi Brother Bear dengan fokus pada pengalaman imersi dan transformasi karakter. Melalui kajian terhadap perkembangan tokoh Kenai, penelitian ini menunjukkan bagaimana perubahan perspektif dari manusia menjadi beruang membangun empati lintas spesies serta memperlihatkan hubungan spiritual antara manusia dan alam. Film ini pada akhirnya menegaskan kemungkinan rekonsiliasi dan harmoni antara manusia dan lingkungan.

Dua artikel terakhir dalam edisi ini berfokus pada inovasi pembelajaran bahasa dan sastra. Artikel “Gachapon Media Design in Poetry Writing Learning for Grade VIII Junior High School Students” menawarkan pendekatan kreatif dalam pembelajaran menulis puisi melalui media permainan Gachapon yang menghasilkan kosakata secara acak. Media ini terbukti mampu merangsang imajinasi siswa serta membantu mereka mengatasi kesulitan dalam menemukan ide dan memilih diksi dalam proses menulis puisi.

Sementara itu, artikel “Artificial Intelligence in the Creation of Interactive Digital Media for the Tale of Bayan Budiman” mengeksplorasi pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pengembangan media pembelajaran digital untuk cerita rakyat Bayan Budiman. Penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi AI dapat membantu guru menghasilkan media pembelajaran multimodal yang interaktif sekaligus membuka diskusi kritis mengenai aspek etis penggunaan AI dalam pendidikan.

Secara keseluruhan, keenam artikel dalam edisi ini memperlihatkan bahwa kajian bahasa, sastra, dan budaya tidak hanya berkutat pada analisis teks semata, tetapi juga berperan dalam memahami praktik budaya, pengalaman sosial, serta inovasi pedagogis di tengah perkembangan teknologi dan perubahan masyarakat. Edisi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian humaniora yang lebih kontekstual, reflektif, dan relevan dengan dinamika zaman.

Tabik.

Diterbitkan: 2026-02-21
Lihat semua terbitan